Thursday, March 24

Jika Tuhan Menjatuhkan Wang dan Batu

 


http://4.bp.blogspot.com/_IsXl4r-GpQ8/S_ttFpAI2YI/AAAAAAAAAEk/b7TViyY1neU/s1600/bangunan.jpg

Seorang pekerja pada projek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.
Seorang pekerja pada projek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawahnya.

http://4.bp.blogspot.com/_IsXl4r-GpQ8/S_ttFpAI2YI/AAAAAAAAAEk/b7TViyY1neU/s1600/bangunan.jpg

Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia sahaja.

Oleh kerana itu, untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya.

Temannya berhenti bekerja, mengambil wang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencuba lagi, tetapi usahanya yang keduapun mendapatkan hasil yg sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Tuhan kadang-kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya.

Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Oleh itu memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan "batu" kepada kita.

Sumber:
ellyxmas pasar ikan

No comments:

Post a Comment